Gereja HKBP sedang berupaya menuntaskan masalah Program Pensiun HKBP. Hal itu bermula dari Surat Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan, selaku pengawas penyelenggaraan program pensiun di Indonesia. OJK meminta Gereja HKBP segera melunasi hutangnya kepada lembaga Dana Pensiun HKBP demi menjamin keberlangsungan Program Pensiun HKBP. Mari dukung penuntasan masalah tersebut dengan menyalurkan sumbangan agar HKBP dapat menggunakannya untuk melunasi masalah hutang kepada Dana Pensiun HKBP. Untuk informasi awal memahami masalah dana pensiun HKBP dapat mengakses halaman FAQ situs ini.
Sekjen HKBP Bicara Soal Konversi Program Pensiun HKBP
Sekjen HKBP Bicara Soal Konversi Program Pensiun HKBP

Sekjen HKBP Bicara Soal Konversi Program Pensiun HKBP

Ruang Oval (7/10) – Bertepatan pada hari peringatan 160 Tahun HKBP, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T. mengambil kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi kepada sejumlah peserta program pensiun HKBP, khususnya pada peserta Program Pensiun Iuran Pasti yang telah terdaftar di DPLK BRI. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui media zoom meeting pada 100-an orang partisipan.

Menurut Sekjen, HKBP tetap menyelenggarakan program pensiun untuk menjamin kesejahteraan para pegawai/pelayan fulltimer HKBP pada masa pensiunnya. Kendati ada kendala pada program pensiun yang masalahnya sedang hangat saat ini di lingkungan gereja HKBP, HKBP berupaya menuntaskan masalahnya. Cara yang ditempuh adalah dengan mengubah model program pensiun yang dianut.

Untuk diketahui, jenis program pensiun di Indonesia ada dua macam yakni: Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Program yang dianut HKBP adalah jenis PPMP, yang membutuhkan biaya penyelenggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, HKBP saat ini berinisiatif untuk mengubah program ke PPIP. Perubahan jenis program itu umumnya di sebut konversi.

Saat ini, program pensiun PPMP HKBP di kelola oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) HKBP atau yang populer disebut Dana Pensiun HKBP. Maka, bilamana konversi dilaksanakan, HKBP akan memindahkannya ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

DPLK yang mana? Pdt Victor Tinambunan menyebutkan bahwa HKBP belum menentukan DPLK yang akan dipilih. Sekalipun begitu, telah dilakukan “beauty contest”. Dari puluhan perusahaan DPLK yang ada di Indonesia, lima kandidat telah diteliti. Dan untuk selanjutnya pada 22/10 akan digelar rapat untuk mendengarkan presentasi lima DPLK yang telah discreening. Direncanakan MPS dan para Praeses akan turut mendengar langsung penjelasan para kandidat DPLK dalam sehari penuh.

Lalu bagaimana nasib para peserta yang sebelumnya telah terdaftar pada DPLK BRI?

“Bilamana DPLK terpilih telah ditetapkan, maka para peserta yang sebelumnya didaftarkan pada DPLK BRI akan dipindahkan ke DPLK terpilih tersebut. Namun bilamana BRI yang dipilih, maka para peserta yang sebelumnya tergabung dalam program PPMP di DPPK HKBP akan masuk ke DPLK BRI.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.