Gereja HKBP sedang berupaya menuntaskan masalah Program Pensiun HKBP. Hal itu bermula dari Surat Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan, selaku pengawas penyelenggaraan program pensiun di Indonesia. OJK meminta Gereja HKBP segera melunasi hutangnya kepada lembaga Dana Pensiun HKBP demi menjamin keberlangsungan Program Pensiun HKBP. Mari dukung penuntasan masalah tersebut dengan menyalurkan sumbangan agar HKBP dapat menggunakannya untuk melunasi masalah hutang kepada Dana Pensiun HKBP. Untuk informasi awal memahami masalah dana pensiun HKBP dapat mengakses halaman FAQ situs ini.
Mendengar Konversi Program Pensiun HKBP, OJK: Langkah Berani!
Mendengar Konversi Program Pensiun HKBP, OJK: Langkah Berani!

Mendengar Konversi Program Pensiun HKBP, OJK: Langkah Berani!

Kantor Pusat HKBP (31/1) – Berlangsung secara virtual, atas undangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ephorus HKBP, Pdt Dr Robinson Butarbutar gelar rapat membahas Pembubaran Dana Pensiun HKBP. Pembahasan tersebut digelar mengingat bahwa HKBP telah menyampaikan permohonan Pembubaran Dana Pensiun HKBP efektif per 31 Desember 2021.

Dalam rapat tersebut, Ephorus HKBP menyampaikan bahwa keinginan untuk melaksanakan konversi tersebut berasal dari Keputusan Sinode Agung HKBP tahun 2018, yang merupakan pengambil keputusan tertinggi di HKBP. Di samping itu, telah juga digelar rapat bersama Majelis Pekerja Sinode Godang (15/6) yang turut menetapkan bahwa Program Pensiun akan dikelola oleh DPLK yang ditunjuk HKBP, tidak lagi oleh Dana Pensiun HKBP.

Penetapan tersebut, menurut Ephorus didasarkan pada pertimbangan bahwa HKBP tidak mampu menyediakan dana yang sangat besar untuk pengelolaan Program Pensiun Manfaat Pasti. Ketidakmampuan pendanaan itu semakin terbukti ketika OJK menyampaikan surat peringatan kepada HKBP untuk segera melunasi tunggakan yang sudah bertahun-tahun lamanya.

Mendengarkan pemaparan Ephorus, Direktur Kelembagaan dan Produk IKNB Otoritas Jasa Keuangan, Asep Iskandar, menyampaikan apresiasi atas keseriusan HKBP untuk mengatasi tunggakan pendiri kepada Dana Pensiun HKBP. Asep Iskandar menyampaikan bahwa pihaknya akan turut mendukung seluruh upaya penyelesaian masalah yang dilakukan HKBP, asal sesuai dengan regulasi dan dilaksanakan secara transparan.

“Ini merupakan langkah berani, dan semoga ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar lagi.” tuturnya.

Dalam rapat tersebut, Ephorus juga menyampaikan harapan bahwa melalui Sentralisasi Penggajian HKBP yang akan efektif tahun 2023, masalah tunggakan-tunggakan penyetoran iuran dari gereja setempat akan teratasi. Hal itu disampaikan Ephorus mengingat bahwa masalah tersebut menjadi salah satu penyebab masalah utama program pensiun.

Hadir juga dalam rapat tersebut Biro Urusan Dana Pensiun, Dana Pensiun HKBP, serta Aktuaris Dana Pensiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.