Gereja HKBP sedang berupaya menuntaskan masalah Program Pensiun HKBP. Hal itu bermula dari Surat Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan, selaku pengawas penyelenggaraan program pensiun di Indonesia. OJK meminta Gereja HKBP segera melunasi hutangnya kepada lembaga Dana Pensiun HKBP demi menjamin keberlangsungan Program Pensiun HKBP. Mari dukung penuntasan masalah tersebut dengan menyalurkan sumbangan agar HKBP dapat menggunakannya untuk melunasi masalah hutang kepada Dana Pensiun HKBP. Untuk informasi awal memahami masalah dana pensiun HKBP dapat mengakses halaman FAQ situs ini.
Ephorus Jelaskan Kembali Manfaat Perubahan Sistem Program Pensiun HKBP
Ephorus Jelaskan Kembali Manfaat Perubahan Sistem Program Pensiun HKBP

Ephorus Jelaskan Kembali Manfaat Perubahan Sistem Program Pensiun HKBP

Kantor Pusat HKBP (31/03) – Ephorus HKBP, Pdt Dr Robinson Butarbutar jelaskan kembali perihal perubahan sistem program pensiun HKBP kepada para peserta maupun calon peserta program pensiun HKBP yang notabene merupakan para pelayan tahbisan maupun pegawai gereja HKBP. Hal tersebut dituangkan melalui dokumen tertanggal 31 Maret 2022 berjudul Informasi tentang Peralihan Dana Pensiun HKBP dari PPMP ke PPIP di DPLK AIA.

Dalam informasi tersebut, Ephorus menyampaikan bahwa proses pengalihan/likuidasi sedang berlangsung dan diharapkan dapat rampung pada Agustus 2022. Proses pengalihan Program Pensiun Manfaat Pasti menjadi Program Manfaat Iuran Pasti memang berdampak pada dilikuidasinya lembaga Dana Pensiun HKBP yang dulu ditugaskan mengelola Program Pensiun Manfaat Pasti.

Menurut Ephorus, “Untuk proses peralihan, maka rumah lama (PPMP) harus dilikuidasi agar bisa pindah ke rumah baru (PPIP).” Lebih jelasnya pengurus rumah baru yang dimaksud adalah DPLK AIA selaku salah satu dari sekian banyak pengurus Program Pensiun Iuran Pasti yang discreening dan kemudian dipilih HKBP.

Selama proses likuidasi, para pensiunan tetap akan menerima manfaat pensiunan setiap bulan dari Dana Pensiun HKBP. Para pensiunan ini tidak dialihkan ke DPLK AIA, akan tetapi para peserta aktif saja (pelayan/pegawai yang belum pensiun) dan calon peserta yang akan ditempatkan pada program pensiun yang dikelola oleh DPLK AIA.

Di samping itu, Ephorus HKBP juga mengingatkan kembali, “Jika kita tidak pindah, maka kita akan mengulangi kesalahan yang sama, berutang terus ke Dana Pensiun. Tanpa penyelesaian dan pengambilan langkah konkret seperti ini, dapat dipastikan aset Dana Pensiun hanya akan bertahan hingga tahun 2030. Kalau ini dibiarkan, justru peserta (termasuk pensiunan) akan kehilangan hak atas manfaat pensiunnya – ini yang salah.”

Pernyataan Ephorus tersebut merupakan hasil analisis dari aktuaris Dana Pensiun HKBP yang tugasnya termasuk meninjau keadaan/proyeksi keuangan Dana Pensiun HKBP.

“Itulah cara kita membebaskan diri dari lilitan utang yang sudah berdekade, yang dibiarkan terkatung-katung, karena HKBP sebagai pendiri tidak akan pernah sanggup memenuhi tanggung jawabnya, yang jumlahnya lebih besar dari yang jemaat-jemaat bayarkan setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan personel di sana,” papar Ephorus.

Dokumen lengkapnya dapat diakses melalui pranala di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.