Gereja HKBP sedang berupaya menuntaskan masalah Program Pensiun HKBP. Hal itu bermula dari Surat Peringatan dari Otoritas Jasa Keuangan, selaku pengawas penyelenggaraan program pensiun di Indonesia. OJK meminta Gereja HKBP segera melunasi hutangnya kepada lembaga Dana Pensiun HKBP demi menjamin keberlangsungan Program Pensiun HKBP. Mari dukung penuntasan masalah tersebut dengan menyalurkan sumbangan agar HKBP dapat menggunakannya untuk melunasi masalah hutang kepada Dana Pensiun HKBP. Untuk informasi awal memahami masalah dana pensiun HKBP dapat mengakses halaman FAQ situs ini.
Di Ephorus Time, Ephorus Jelaskan Gerakan 1000 Rupiah HKBP untuk Dana Pensiun
Di Ephorus Time, Ephorus Jelaskan Gerakan 1000 Rupiah HKBP untuk Dana Pensiun

Di Ephorus Time, Ephorus Jelaskan Gerakan 1000 Rupiah HKBP untuk Dana Pensiun

HKBP Distrik VIII DKI Jakarta (9/4) – Sebelum diagendakan menghadiri acara Pemerhati Kasih HKBP di Sopo DEL Jakarta (10/4), Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar menghadiri acara Ephorus Time yang baru kali ini diselenggarakan di HKBP Petojo. Acara tersebut adalah ajang bagi jemaat untuk berdiskusi mengenai arah pelayanan HKBP dengan Ephorus HKBP secara langsung dan ditayangkan secara langsung melalui Live Streaming Youtube.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh jemaat dari berbagai gereja di HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Ephorus menjawab berbagai pertanyaan menyangkut gereja HKBP. Di kesempatan itu, Ephorus juga menjawab pertanyaan hadirin menyangkut Dana Pensiun yang kini harus menunggak begitu besar dan Gerakan 1000 Rupiah untuk melunasi tunggakan tersebut.

Mengenai tunggakan tersebut, Ephorus menjelaskan bahwa sejak 1996, Program Pensiun yang diadopsi Dana Pensiun HKBP adalah Program Pensiun Manfaat Pasti. Dalam sistem itu, iuran itu dibayarkan oleh dua pihak yakni peserta dalam hal ini gereja (huria) selaku “pendiri lokal” dan HKBP Pusat selaku Pendiri Dana Pensiun.

Iuran yang dibayarkan oleh pendiri lokal itu sesungguhnya – menurut Ephorus – sangat kecil dibandingkan iuran yang harus dibayar Kantor Pusat HKBP. Sementara itu, penerimaan Kantor Pusat dari persembahan namarboho (red. khusus) untuk Dana Pensiun hanya sebesar Rp. 3 Miliar per tahun. Itu tidak cukup untuk membayar iuran yang ditanggung pusat.

Oleh sebab itu, lanjut Ephorus, HKBP melancarkan Gerakan 1000 Rupiah untuk mengatasi perkiraan hutang hingga Desember 2021 yang akan mencapai 144 Miliar Rupiah. Di samping Gerakan 1000 Rupiah itu, ada juga jemaat yang punya kemampuan lebih untuk memberi lebih dari seribu rupiah setiap hari. Itu juga akan digunakan sepenuhnya untuk mengatasi tunggakan tersebut.

Di akhir jawabannya, Ephorus menyampaikan harapan agar seluruh jemaat dapat mendukung upaya tersebut sehingga proses pelunasan hutang segera terselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.